PERANAN TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN

A. Pengantar
Memasuki Milenium III ini tak dapat disangkal lagi bahwa teknologi telah
merupakan instrumen utama dari masyarakat dalam mencapai kesejahteraan melalui
penciptaan nilai tambah. Kajian mendalam telah menemukan (discover) bahwa teknologi
sebenarnya merupakan hasil akhir dari suatu proses yang terdiri dari rangkaian
subproses penelitian dan pengembangan, invensi, rekayasa dan disain, manufaktur dan
pemasaran. Disini teknologi modern didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang
ditransformasikan kedalam produk, proses, jasa dan struktur organisasi. Teknologi
diciptakan manusia melalui penerapan (exercise) budidaya akalnya. Manusia harus
mendayakan akal pikirannya dalam me-reka teknologi berdasarkan ratio (nalar) dan
kemudian membuatnya, me-yasanya, menjadi suatu produk yang kongkrit. Teknologi
selalu disandingkan dengan istilah ilmu pengetahuan.


Ilmu pengetahuan merupakan usaha manusia untuk memahami gejala dan fakta alam,
dan melestarikan pengetahuan tersebut secara konseptional dan sistematis. Sedangkan
teknologi adalah usaha manusia untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan itu untuk
kepentingan dan kesejahteraan. Karena hubungan tersebut maka perkembangan ilmu
pengetahuan selalu terkait dengan perkembangan teknologi, demikian pula sebaliknya.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai ciri eksponensial
yaitu semakin lama semakin cepat, karena hasil dari suatu tahap menjadi dasar dan
alasan bagi tahap selanjutnya. Ditinjau dari peran ekonominya teknologi merupakan
pendorong utama bagi penciptaan nilai tambah ekonomis. Nilai tambah ini dinikmati oleh
para pelaku ekonomi, sehingga menaikkan kualitas kehidupannya. Dengan naiknya
kualitas kehidupan maka semakin besar pula dorongan untuk penciptaan nilai tambah
agar peningkatan kualitas hidup itu berkesinambungan. Tidak mengherankan bahwa
bukan saja perkembangannya semakin cepat tapi peranan ilmu pengetahuan dan
teknologi dalam masyarakat modern bertambah lama bertambah penting.
Pengembangan ilmu pengetahuan berjalan aktif di segala bidang yaitu kesehatan,
pertanian, ilmu ekonomi, ilmu sosial, ilmu pengetahuan alam dan sebagainya. Akan
tetapi jika diamati lebih teliti ada empat bidang ilmu pengetahuan dan teknoilogi strategis
yang akan menentukan masa depan dunia, dna karena itu akan berkembang dengan
cepat dan dengan prioritas yang tinggi bagi umat manusia, yaitu :Material, Energi,
Mikroelektronik dan Bioteknologi. Secara umum teknologi deawasa ini telah merambah
kepada berbagai aspek di masyarakat, tidakhnya untuk industri, ekonomi, sosial
maupun pendidikan dan khususnya pembelajaran.
Proses dan produk teknologi yang dihasilkan, tidak semuanya dapat
dimanfaatkan dan secara relevan dapat dimanfaatkan untuk pendidikan terutama untuk
proses dan hasil pembelajaran. Produk teknologi seperti bioteknologi, mikroteknologi
dan material tidak secara langsung diguanakn sebagi alat dan bahan untuk
pembelajaran. Dengan demikian teknologi yang secara langsung relevan dengan
pembelajaran adalah disesuaikan dengan makna pembelajaran itu sendiri. Ase
Suherlan (200 : 48) mengemukakan bahwa pembelajaran pada hakikatnya merupakan
komunikasi yang transaksional yang bersifat timbal balik baik diantara guru dengan
siswa maupun siswa dengan siswa dan lingkungan belajar dalam upaya mencapaian
tujuan pembelajaran. Dari makna pembelajaran di atas terdapat makna inti bahwa
pembelajaran harus mengandung unsur komunikasi dan informasi. Dengan demikian
produk dan proses teknologi yang dibutuhkan dalam pembelajaran sesuai dengan
karakteristik tersebut. Dengan demikian teknologi yang berhubungan langsung dengan
pembelajaran adalah teknologi informasi dan komunikasi ( Information Communication
and Technology).
Teknologi Informasi menekankan pada pelaksanaan dan pemprosesan data
seperti menangkap, mentransmisikan, menyimpan, mengambil, memanifulasi atau
menampilkan data dengan menggunakan perangkat-perangkat teknologi elektronik
terutama komputer. Makna teknologi informasi tersebut belum menggambarkan secara
langsung kaitannya dengan sistem komunikasi, namum lebih pada pengolahan data dan
informasi.
Sedangkan teknologi komunikasi menekankan pada penggunaan perangkat
teknologi elektronika yang lebih menekankan pada aspek ketercapaian tujuan dalam
proses komunikasi, sehingga data dan informasi yang diolah dengan teknologi informasi
harus memenuhi kriteria komunikasi yang efektif. Sebagai contoh salah satu aplikasi
Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah videoconference, yang menggunakan
teknologi informasi untuk menghubungkan (networking) antar clien dengan fasilitas
internet, pesan-pesan yang disampaikan oleh kedua belah pihak diterima, diolah,
dianalisis dan ditrasmisikan, oleh teknologi informasi sehingga sampai pada masingmasing
pihak melalui internet dengan jaringan satelit atau kabel. Peran teknologi
komunikasi adalah mengatur mekanisme komunikasi antar kedua belah pihak dengan
cara desain komunikasi yang sesuai, visualisasi jelas, pesan teks, suara, video
memenuhi standar komunikasi, pengaturan feed back sehingga komunikasi berlangsung
menjadi dua arah.
Secara lebih ringkas, Martin mengemukakan adanya keterkaitan erat antara
Teknologi Informasi dan Komunikasi, teknologi informasi lebih pada sistem pengolahan
informasi sedangkan teknologi komunikasi berfungsi untuk pengiriman informasi
(information delivery). Pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di sekolah
memadukan kedua unsur teknologi informasi dan teknologi komunikasi menjadi
Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan tujuan siswa memiliki kompetensi untuk
memanfaatkan teknologi informasi sebagai perangkat keras dan perangkat lunak untuk
mengolah, menganalisis dan mentransmisikan data dengan memperhatikan dan
memanfaatkan teknologi komunikasi untuk memperlancar komunikasi dan produk
teknologi informasi yang dihasilkan bermanfaat sebagaia alat dan bahan komunikasi
yang baik.
Jenis-jenis Teknologi terdiri dari :
1. Teknologi Material, Energi, Mikroelektronik dan Bioteknologi
2. Teknologi Informasi dan komunikasi (ICT)
3. Teknologi Pembelajaran (Instructional technology)

A. Teknologi dan Hubungannya dengan Metodologi Pembelajaran
Kata teknologi sering dipahami oleh orang awam sebagai sesuatu yang
berupa mesin atau hal-hal yang berkaitan dengan permesinan, namun
sesungguhnya teknologi pendidikan memiliki makna yang lebih luas, karena
teknologi pendidikan merupakan perpaduan dari unsur manusia, mesin, ide,
prosedur, dan pengelolaannya (Hoba, 1977) kemudian pengertian tersebut akan
lebih jelas dengan pengertian bahwa pada hakikatnya teknologi adalah penerapan
dari ilmu atau pengetahuan lain yang terorganisir ke dalam tugas-tugas praktis
(Galbraith, 1977). Keberadaan teknologi harus dimaknai sebagai upaya untuk
meningkatkan efektivitas dan efisiensi dan teknologi tidak dapat dipisahkan dari
masalah, sebab teknologi lahir dan dikembangkan untuk memecahkan
permasalahan yang dihadapi oleh manusia. Berkaitan dengan hal tersebut, maka
teknologi pendidikan juga dapat dipandang sebagai suatu produk dan proses
(Sadiman, 1993). Sebagai suatu produk teknologi pendidikan mudah dipahami
karena sifatnya lebih konkrit seperti radio, televisi, proyektor, OHP dan sebagainya.
Sebagai sebuah proses teknologi pendidikan bersifat abstrak. Dalam hal
ini teknologi pendidikan bisa dipahami sebagai sesuatu proses yang kompleks, dan
terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk
menganalisis masalah, mencari jalan untuk mengatasi permasalahan,melaksanakan,
menilai, dan mengelola pemecahan masalah tersebut yang mencakup semua aspek
belajar manusia. (AECT, 1977). Sejalan dengan hal tersebut, maka lahirnya
teknologi pendidikan lahir dari adanya permasalahan dalam pendidikan.
Permasalahan pendidikan yang mencuat saat ini, meliputi pemerataan kesempatan
memperoleh pendidikan, peningkatan mutu / kualitas, relevansi, dan efisiensi
pendidikan. Permasalahan serius yang masih dirasakan oleh pendidikan mulai dari
pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi adalah masalah kualitas, tentu saja ini
dapat di pecahkan melalui pendekatan teknologi pendidikan.
Terdapat tiga prinsip dasar dalam teknologi pendidikan sebagai acuan
dalam pengembangan dan pemanfaatannya, yaitu : pendekatan sistem,
berorientasi pada mahasiswa, dan pemanfaatan sumber belajar (Sadiman,
1984).Prinsip pendekatan sistem berarti bahwa penyelenggaraan pendidikan dan
pembelajaran perlu diseain / perancangan dengan menggunakan pendekatan
sistem. Dalam merancang pembelajaran diperlukan langkah-llangkah prosedural
meliputi : identifikasi masalah, analisis keadaan, identifikasi tujuan, pengelolaan
pembelajaran, penetapan metode, penetapan media evaluasi pembelajaran (IDI
model, 1989) . Prinsip berorientasi pada mahasiswa beratri bahwa dalam
pembelajaran hendaknya memusatkan perhatiannya pada peserta didik dengan
memperhatikan karakteristik,minat, potensi dari mahasiswa. Prinsip pemanfaatan
sumber belajar berarti dalam pembelajaran mahasiswa hendaknya dapat
memanfaatkan sumber belajar untuk mengakses pengetahuan dan keterampilan
yang dibutuhkannya.Satu hal lagi lagi bahwa teknologi pendidikan adalah satu
bidang yang menekankan pada aspek belajar mahasiswa. Keberhasilan
pembelajaran yang dilakukan dalam satu kegiatan pendidiakan adalah bagaimana
mahasiswa dapat belajar, dengan cara mengidentifikasi, mengembangkan,
mengorganisasi, serta menggunakan segala macam sumber belajar. Dengan
demikian upaya pemecahan masalah dalam pendekatan teknologi pendidikan
adalah dengan mendayagunakan sumber belajar. Hal ini sesuai dengan ditandai
dengan pengubahan istilah dari teknologi pendidikan menjadi teknologi
pembelajaran. Dalam definisi teknologi pembelajaran dinyatakan bahwa ”
Teknologi pendidikan adalah teori dan praktek dalam hal desain, pengembangan,
pemanfaatan, mengelolaan, dan evaluasi terhadap sumber dan proses untuk
belajar” (Barbara, 1994).
B. Fungsi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memilliki tiga fungsi utama yang
digunakan dalam kegiatan pembelajaran, yaitu (1) teknologi berfungsi sebagai alat
(tools), dalam hal ini TIK digunakan sebagai alat bantu bagi pengguna (user) atau
siswa untuk membantu pembelajaran, misalnya dalam mengolah kata, mengolah
angka, membuat unsur grafis, membuat database, membuat program administratif
untuk siswa, guru dan staf, data kepegawaian, keungan dan sebagainya.
(2) Teknologi berfungsi sebagai ilmu pengetahuan (science). Dalam hal ini
teknologi sebagai bagian dari disiplin ilmu yang harus dikuasai oleh siswa.
Misalnya teknologi komputer dipelajari oleh beberapa jurusan di perguruan tinggi
seperti informatika, manajemen informasi, ilmu komputer. Dalam pembelajaran di
sekolah sesuai kurikulum 2006 terdapat mata pelajaran TIK sebagai ilmu
pengetahuan yang harus dikuasi siswa semua kompetensinya.
(3) Teknologi berfungsi sebagai bahan dan alat bantu untuk pembelajaran
(literacy). Dalam hal ini teknologi dimaknai sebagai bahan pembelajaran sekaligus
sebagai alat bantu untuk menguasai sebuah kompetensi berbantuan komputer.
Dalam hal ini komputer telah diprogram sedemikian rupa sehingga siswa dibimbing
secara bertahap dengan menggunakan prinsip pembelajaran tuntas untuk
menguasai kompetensi. Dalam hal ini posisi teknologi tidak ubahnya sebagai guru
yang berfungsi sebagai : fasilitator, motivator, transmiter, dan evaluator.
Fungsi ICT
As a Tools
Program aplikasi, Sistem Informasi, Database,
Program Pengolah Kata, Pengolah Angka,
Aritmatika, Pengolahan Grafis
As a Science
Informatika, Ilmu komputer, Manajemen Informastika,
Pendidikan Ilmu komputer, Mata Pelajaran TIK/ICT,
dll.
As a Literacy
CAI = Computer Assistance Instruction (USA)
CAL = Computer Assistance Learning (UK)
CBI = Computer Based Instruction
CBT = Computer Based Training (penerapan CAI
pada pegawai)
CML = Computer Mediated Learning (e-learning)
dengan target audience mhs
CBE = Computer Based Education
CaI = Computer Aided Instruction
CaL = Computer Aided Learning
CMI = Computer Management Instruction
CSRL = Computer Supported Resource Learning
D. Peran Teknologi (ICT) dalam Metodologi Pembelajaran
Sebagai bagian dari pembelajaran, teknologi / ict memiliki tiga kedudukan, yaitu
sebagai suplemen, komplemen, dan substitusi.
a. Peran Tambahan (suplemen)
Dikatakan berfungsi sebagai suplemen (tambahan), apabila peserta didik
mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi
pembelajaran melalui ICT atau tidak. Dalam hal ini, tidak ada
kewajiban/keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran
melalui ICT. Sekalipun sifatnya hanya opsional, peserta didik yang
memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan.
Walaupun materi pembelajaran melalui ICT berperan sebagai suplemen, para
dosen /guru tentunya akan senantiasa mendorong, mengggugah, atau
menganjurkan para peserta didiknya untuk mengakses materi pembelajaran
melalui ICT yang telah disediakan.
a. Fungsi Pelengkap (Komplemen)
Dikatakan berfungsi sebagai komplemen (pelengkap), apabila materi
pembelajaran melalui ICT diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran
yang diterima peserta didik di dalam kelas. Sebagai komplemen berarti materi
pembelajaran melalui ICT diprogramkan untuk menjadi materi reinforcement
(pengayaan) yang bersifat enrichment atau remedial bagi peserta didik di dalam
mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional.
b. Fungsi Pengganti (substitusi)
Beberapa perguruan tinggi di negara-negara maju memberikan beberapa
alternatif model kegiatan pembelajaran/perkuliahan kepada para mahasiswanya.
Tujuannya adalah untuk membantu mempermudah para maasiswa mengelola
kegiatan pembelajaran/ perkuliahannya sehingga para mahasiswa dapat
menyesuaikan waktu dan aktivitas lainnya dengan kegiatan perkuliahannya.
Sehubungan dengan hal ini, ada 3 alternatif model kegiatan pembelajaran yang
dapat dipilih para mahasiswa, yaitu apakah mereka akan mengikuti kegiatan
pembelajaran yang disajikan secara (1) konvensional (tatap muka) saja, atau (2)
sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet, atau bahkan (3)
sepenuhnya melalui internet. Alternatif model pembelajaran manapun yang akan
dipilih oleh para mahasiswa tidak menjadi masalah dalam penilaian. Artinya,
setiap mahasiswa yang mengikuti salah satu model penyajian materi perkuliahan
akan mendapatkan pengakuan atau penilaian yang sama. Jika mahasiswa
dapat menyelesaikan program perkuliahannya dan lulus melalui cara
konvensional atau sepenuhnya melalui internet, atau bahkan melalui perpaduan
kedua model ini, maka institusi penyelenggara pendidikan akan memberikan
pengakuan yang sama. Keadaan yang sangat fleksibel ini dinilai sangat
membantu para mahasiswa untuk mempercepat penyelesaian perkuliahannya.
Para mahasiswa yang belajar pada lembaga pendidikan konvensional tidak perlu
terlalu khawatir lagi apabila tidak dapat menghadiri kegiatan perkuliahan secara
fisik karena berbenturan dengan kepentingan lain yang tidak dapat ditinggalkan
atau ditangguhkan. Apabila lembaga pendidikan konvensional tersebut
menyajikan materi pembelajaran yang dapat diakses para mahasiswa melalui
internet, maka mahasiswa dapat mempelajari materi perkuliahan yang
terlewatkan tersebut melalui internet. Dapat terjadi demikian karena para
mahasiswa diberi kebebasan mengikuti kegiatan perkuliahan yang sebagian
disajikan secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet (model
pembelajaran kedua). Di samping itu, para mahasiswa juga dimungkinkan untuk
tidak sepenuhnya menghadiri kegiatan perkuliahan secara fisik. Sebagai
penggantinya, para mahasiswa belajar melalui internet (model pembelajaran
ketiga).
A. Aplikasi Teknologi Dalam Metodologi Pembelajaran Seni
1. Pemanfaatan Sumber Belajar
Belajar mengajar sebagai suatu proses merupakan suatu sistem yang tidak
terlepas dari sistem yang lainnya yang saling berinteraksi. Salah satu komponen
dalam pembelajaran adalah sumber belajar (learning resources). Sumber belajar
lahir dalam upaya untuk meningkatkan kadar hasil belajar. Secara sederhana
sumber belajar adalah daya yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan
pembelajaran untuk kemudahan kepada mahasiswa dalam belajar memeahami dan
memperoleh suatu keterampilan (performace) dalam pembelajaran.
Dalam pengembangannya, sumber belajar dapat dibedakan menjadi dua
macam, yaitu pertama, sumber belajar yang dirancang atau secara sengaja dibuat
untuk pembelajaran disebut juga learning resources by design misalnya : buku,
brosur, ensiklopedia, film, video, tape, slide, film strip, dll, kedua sumber belajar
dimanfaatkan dan tidak secara sengaja dirancang untuk pembelajaran yang ada
disekitar kita.Sumber belajar ini disebut juga learning resources by utilization.
Misalnya : alam sekitar, pasar, toko, museum, tokoh masyarakat dan sebagainya.
Semua sumber belajar baik yang dirancang maupun yang tidak dirancang dapat
diklasifikasikan yang meliputi : orang, peralatan, teknik dan metode, dan lingkungan.
Secara rinci sumber belajar terdiri dari :
a. Istilah people atau man sebagai pihak yang menyelurkan pesan pembelajaran
misalnya dosen, guru / dosen, penceramah, dll.
b. Media instrumentation meliputi matterial dan device sebagai bahan (software)
dan perlengkapan (hardware)
c. Technice atau Methode sebagai cara atau metode dalam menyampaikan
informasi.
d. Environment atau setting sebagai lingkungan tempat interaksi belajar mengajar
terjadi.
2. Penggunaan Media Pembelajaran
Secara sederhana istilah media dapat didefinisikan sebagai perantara atau
pengantar. Sedangkan istilah pembelajaran adalah kondisi untuk membuat
seseorang melakukan kegiatan belajar. Dengan merujuk pada devinisi tersebut
maka media pembelajaran adalah wahana penyalur pesan atau informasi belajar
sehingga mengkondisikan seseorang untuk belajar atau berbagai jenis
sumberdaya yang dapat difungsikan dalam proses pembelajaran, berdasarkan
ruang lingkup sumber belajar di atas, maka media pembelajaran merupakan
bagian dari sumber belajar yang menakankan pada software atau perangkat
lunak dan hardware atau perangkat keras.Nilai media ditentukan oleh fungsinya
yang sangat kuat untuk meningkatkan kadar hasil belajar, beberapa fungsi media
meliputi :
· Menangkap suatu objek atau peristiwa tertentu.Peristiwa-peristiwa penting
atau objek yang langka, dapat di abadikan dengan foto film atau direkam
melalui radio kemudian peristiwa itu dapat disampaikan dan dapat digunakan
manakala diperlukan.Guru / dosen dapat menjelaskan proses terjadinya
gerhana matahari yang langka melalui hasil rekaman video. Atau bagaimana
proses perkembangan ulat menjadi kupu-kupu proses perkembangan bayi
dalam rahim dari mulai sel telur dibuahi sampai menjadi embrio dan
berkembang menjadi bayi. Dalam pelajaran IPS guru / dosen dapat
menjelaskan bagaimana terjadinya peristiwa proklamasi melalui tayangan
film dan sebagainya.
· Memanipulasi keadaan, peristiwa atau objek tertentu.Dengan menggunakan
model sebagai media, maka guru / dosen dapat menyuguhkan pengalaman
yang konkrit kepada mahasiswa. Contohnya, guru / dosen ingin menjelaskan
tentang Candi Borobudur di dalam kelas maka guru / dosen dapat membuat
miniatur atau model candi tersebut dalam ukuran kecil. Demikian juga
menjelaskan cara kerja suatu alat atau organ tubuh manusia seperti jantung
maka melalui film loop yang bergerak terus menerus, cara kerja itu dapat
lebih dipahami oleh sisswa.
· Kesempatan belajar yang lebih merata. Dengan mengggunakan berbagai
media seperti audio, video, slide suara, dan sebagainya, memungkinkan
setiap orang dapat belajar dimana saja dan kapan saja.
· Pengajaran lebih berdasarkan ilmu. Dengan menggunakan media proses
belajar mengajar akan lebih terencana dengan baik sebab media dianggap
sebagai bagian yang integral dari sistem belajar mengajar, oleh sebab itu
sebelum pelaksanaannya guru / dosen dihadapkan kepada satu keharusan
untuk mengidentifikasi dan karakteristik itu mahasiswa sehubungan dengan
menggunakan media.
· Menampilkan objek yang terlalu besar untuk dibawa keruang kelas.
· Memperbesarserta memperjelas objek yang terlalu kecil yang sulit nampak
dilihat mata, seperti sel-sel butir darah/molekul bakteri dan sebagainya.
· Mempercepat gerakan suatu proses yang terlalu lambat sehingga dapat
dilihat dalam waktu yang relatif cepat.
· Memperlambat suatu proses gerakan yang terlalu cepat.
· Menyederhanakan suatu objek yang terlalu komplek.
· Memperjelas bunyi-bunyian yang sangat lemah sehingga dapat di tangkap
oleh telinga.
Manfaat lain dari media pembelajaran adalah : Pertama, media dapat
mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki mahasiswa, Kedua, media
dapat mengatasi batas ruang kelas Ketiga, dapat memungkinkan terjadinya
iteraksi langsung antara peserta dan lingkungan. Keempat, media dapat
menghasilkan keseragaman pengamat. Kelima, media dapat menanamkan
konsep dasar yang benar, nyata dan tepat. Keenam, media dapat
membangkitkan motifasi dan merangsang peserta untuk belajar dengan baik.
Ketujuh, media dapat membangkitkan keinginan dan minat baru. Kedelapan,
media dapat mengontrol atau kecepatan belajar peserta. Kesembilan, media
dapat memberikan pengalaman yang menyeluruh dari hal-hal yang konkrit
sampai yang abstrak.
Pentingnya penggunaan media dalam pembelajaran, diperkuat oleh
pendapat Edgare Dale yang mengemukakan teori yang kemudian lebih dikenal
dengan teori Kerucut Pengalaman : Dalam teori ini keberhasilan belajar diukur
dengan kadar pengalaman belajar yang diperoleh mahasiswa tergantung
perlakukannya dalam belajar, baik perlakukan guru / dosen atau aktivitas
mahasiswa ketika belajar.

3. Aplikasi Multimedia dalam Pembelajaran
Teknologi perangkat keras yang berkernbang cukup lama, telah
memberikan kontribusi yang sangat besar dalam kegiatan presentasi., Saat ini
teknologi pada bidang rekayasa komputer menggantikan peranan alat presentasi
pada masa sebelumnya. Penggunaan perangkat lunak perancang presentasi
seperti Microsoft power point yang dikernbangkan oleh Microsoft inc” Corel
presentation yang dikernbangkan oleh Coral inc” hingga perkernbangan terbaru
perangkat lunak yang dikernbangkan Macromedia inc, yang mengernbangkan
banyak sekali jenis perangkat lunak untuk mendukung kepentingan tersebut.
Berbagai perangkat lunak yang memungkinkan presentasi dikemas dalam
bentuk multimedia yang dinamis dan sangat menarik. Perkernbangan perangkat
lunak tersebut didukung oleh perkernbangan sejumlah perangkat keras
penunjangnya. Salah satu produk yang paling banyak mernberikan pengaruh
dalam penyajian bahan presentasi digital saat ini adalah perkernbangan monitor,
kartu video, kartu audio serta perkernbangan proyektor digital (digital image
projector) yang memungkinkan bahan presentasi dapat disajikan secara digital
untuk bermacam-macam kepentingan dalam berbagai kondisi dan situasi, serta
ukuran ruang dan berbagai karakteristik audience. Tentu saja hal ini
menyebabkan perubahan besar pada trend metode presentasi saat ini.
Pengolahan bahan presentasi dengan menggunakan komputer tidak
hanya untuk dipresentasikan dengan menggunakan alat presentasi digital dalam
bentuk Multimedia projector (seperti LCD, In-Focus dan sejenisnya), melainkan
juga dapat dipresentasikan melalui peralatan proyeksi lainnya, seperti over head
projector (OHP) dan film slides projector yang sudah lebih dahulu diproduksi.
Sehingga lembaga atau instansi yang belum memiliki perangkat alat presentasi
digital akan tetapi telah memiliki kedua alat tersebut, dapat memanfaatkan
pengolahan bahan presentasi melalui komputer secara maksimal.
Dalam sudut pandang proses pernbelajaran, presentasi merupakan
salah satu metode pernbelajaran. Penggunaannya yang menempati frekuensi
paling tinggi dibandingkan dengan metode lainnya. Berbagai alat yang
dikernbangkan, telah mernberikan pengaruh yang sangat basar bukan hanya
pada pengernbangan kegiatan praktis dalam kegiatan presentasi pembelajaran
akan tetapi juga pada terori-teori yang mendasarinya. Perkembangan terakhir
pada bidang presentasi dengan alat bantu komputer telah menyebabkan
perubahan tuntutan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dalam berbagai
aspek. Diantaranya tuntutan terhadap peningkatan kemampuan dan
keterampilan para guru / dosen, dosesn, instruktur/widiaiswara serta para
professional lainnya di dalam mengolah bahan-bahan pembelajaran/pelatihan ke
dalam media presentasi yang berbasis komputer.

4. Penggunaan bahan Pembelajaran Interaktif (CBI)
Berkembangnya ilmu dan teknologi, membawa perubahan pula pada
learning matterial atau bahan belajar. Sebelum berkembangnya teknologi
komputer bahan belajar yang pokok digunakan dalam dunia pendidikan adalah
semua yang bersifat Printed Matterial, seperti halnya buku, modul, makalah,
majalah, koran, tabloid, jurnal, hand out liflet, buklet dan sebagainya yang
semuanya menggunakan bahan tercetak. Adanya perubahan dalam bidang
teknologi khususnya teknologi informasi, membawa paradigma baru pada
larning matterial dan Learning Method. Produk TI dewasa ini telah memberikan
alternatif berupa bahan belajar yang dapat digunakan dan diakses oleh peserta
didik yang tidak dalam bentuk kertas namun berbentuk CD, DVD, Flashdisk, dll.
Inti dari bahan tersebut adalah berupa program/software yang dapat
dimanfaatkan apakah sekedar mengambil data, membaca, download bahkan
sampai berinteraksi antara program dengan mahasiswa dan guru / dosen
dengan memanfaatkan komputer sebagai perangkat utama. Dalam terminologi
teknologi pembelajaran konsep tersebut dikenal dengan istilah pembelajaran
berbasis komputer atau CBI (Computer Based Instruction). Dalam hal ini
komputer tidak hanya dimaknai sebagai ilmu yang harus dipelajari mahasiswa
(computer as science) namun komputer sebagai alat yang membantu untuk
mempebelajari berbagai materi pelajaran (computer as tools).
Karakteristik CBI :
a. Representasi Isi
Pembelajaran interaktif tidak sekedar memindahkan teks dalam buku, atau
modul menjadi Pembelajaran interaktif , tetapi materi diseleksi yang betul-betul
representatif untuk dibuat Pembelajaran interaktif. Misalnya khusus materi yang
perlu terdapat unsur animasi, video, simulasi, demonstrasi dan games,
mahasiswa tidak hanya membaca teks tetapi juga melihat animasi tentang
sebuah proses menyerupai proses yang sebenarnya, sehingga mempermudah
pemahaman dengan biaya yang relatif lebih rendah dibanding langsung pada
objek nyata.
b. Visualisasi dengan video dua dimensi , tiga dimensi dan animasi
Materi dikemas secara multi media terdapat didalamnya teks, animasi, sound
dan video sesuai tuntutan materi. Teknologi 2D dan 3D dengan kombinasi teks
akan mendominasi kemasan materi, hal ini cukup efektif untuk mengajarkan
materi-materi yang sifatnya aplikatif, berproses, sulit terjangkau, berbahaya
apabila langsung diperaktekan, memiliki tingkat keakurasian tinggi. Misalnya
proses perakitan mesin, proses terjadinya hujan, proses peredaran darah pada
tubuh, perubahan wujud benda dll dengan logika yang sama dapat dibuat
dengan teknologi animasi.
c. Menggunakan warna yang penuh/menarik dan grapik dengan resolusi
yang tinggi.
Tampilan berupa template dibuat dengan Teknologi Rekayasa Digital dengan
resolusi tinggi tetapi support untuk setiap spech sistem komputer. Tampilan yang
menarik dengan memperbanyak image dan objek sesuai tuntutan materi, akan
meningkatkan ketertarikan mahasiswa terhadap materi pengajaran, tidak
membuat jenuh, bahkan menyenangkan. Penggunaan template banyak warna
untuk mahasiswa pra-sekolah dan SD cenderung lebih disukai sesuai dengan
tingkat perkembangannya.
d. Tipe-tipe pembelajaran yang bervariasi.
Kami juga menawarkan variasi type pembelajaran sesuai dengan kajian teori
dalam “Computer Based Instruction” atau CBI, yakni 4 type pembelajaran : (1)
Tipe Pembelajaran Tutorial, (2) Tipe Pembelajaran Simulasi (3) Tipe
Pembelajaran Permainan/Games, (4). Tipe Pembelajaran Latihan (Drills).
Penggunaan type ini dapat dirancang secara terpisah atau kolaboratif diantara
ketiganya, disesuaikan dengan tuntutan materi dan permintaan pembuatan.
e. Respon Pembelajaran dan Penguatan
Pembelajaran interaktif berbasis Web memberikanrespon terhadap stimulus
yang diberikan oleh mahasiswa pada saat mengoperasikan program. Komputer
telah diperogram dengan menyediakan data based terhadap kemungkinan
jawaban yang diberikan oleh mahasiswa. Selain itu setiap respon dimungkinkan
untuk diberikan penguatan (reinforcemen) secara otomatis yang telah
terprogram, penguatan terhadap jawaban benar dan salah dari mahasiswa.
Reinforcemen diberikan untuk meningkatkan motivasi dan ketertarikan
mahasiswa pada program.
f. Mengembangkan prinsip Self Evaluation
Pembelajaran interaktif berbasis Web juga menyediakan fasilitas dimana
mahasiswa dapat melatih kemampuan dalam penguasaan materi dengan
menjawab soal-soal yang telah disediakan. Mahasiswa juga dapat melihat skor
hasil belajar yang diperoleh. Program akan menyediakan fasilitas dimana
mahasiswa dapat mengulangi mempelajari materi jika score belum maksimal.
Khusus untuk type pembelajaran Drills, program dirancang dengan lebih banyak
menyuguhkan soal latihan untuk mengasah kemampuan mahasiswa.

5. teknologi Cetak (Printed Technology)
Bahan pembelajaran dapat dikemas dalam bentuk printed matterial yaitu bahanbahan
yang tercetak, misalnya modular, pembelajaran terprogram, bahan ajar
suplemen, buku, booklet, liflet, dan lain-lain. Dengan pendekatan teknologi
pendidikan pengemasan bahan ajar perlu memperhatikan aspek-aspek
diantaranya : keterbacaan visual, belajar tuntas, menarik minat, reinforcemen.
Yang dimaksud dengan keterbacaan visual adalah bahan ajar harus memiliki
keterbacaan yang tinggi oleh pengguna diantaranya pemilihan gambar atau
ilustrasi sesuai dengan tema / isi dibuat sederhana dan tidak terlalu terkesan
ramai. Penggunaan bahasa simplel sesuai dengan kaidah dan tingkat kesulitan
bahasan (skup dan seqwence) sesuai dengan tingkatan usia pembaca. Selain itu
diperhatikan juga aspek pemilihan warna dan penggunaan outline. Beberapa
jenis printed matterial diantaranya :
a. Pengajaran Terprogram
Pengajaran terprogram (proggrame instruction) merupakan salah satu sistem
pembelajaran individual dimaan mahasiswa belajar dengan program ini dapat
terjadi di luar kelas tanpa kehadiran guru / dosen..Dalam pembelajaran
terprogram terdapat beberapa model atau tipe yang dikemukakan oleh para ahli
secara umum terdapat dua tipe yaitu tipe linear dan tipe bercabang (branching).
Pada setiap tipe disusun menjadi beberapa frame atau bingkai.tiap bingkai
mengandung beberapa unsur yaitu : (a) informasi sesuatu yang disampaikan, (b)
pertanyaan sebagai bahan latihan, (c) respon yang berfungsi sebagai kunci
jawaban.
b. Pembelajaran Modular
Modul adalah kesatuan program yang dapat mengukur tujuan pembelajaran.
Modul juga dapat dipandang sebagai paket program yang disusun dalam bentuki
satuan tertentu guna keperluan belajar. Secara lebih lengkap modul adalah satu
unit program belajar yang mengajar terkecil yang secara terinci menggariskan
(1). Tujuan pokok materi yang dipelajari (tujuan umum) (2). Tujuan instruksional
khusus, (3) Pokok materi yang akan dipelajari, (4) kedudukan dan fungsi satuan
dalam kesatuan program yang lebih luas, (5) peran guru / dosen dalam kegiatan
belajar mengajar, (6) Alat dan sumber yang akan dipakai, (7)kegiatan belajar
mengajar yang akan dilaksanakan dan (8) lembaran-lembaran kerja mahasiswa
yang harus dilaksanakan selama kegiatan pembelajaran.
Manfaat model untuk pembelajaran adalah : (1). Terdapat peningkatan motivasi
belajar secara maksimal, (2) adanya peningkatan kreativitas guru / dosen
dalam mempersiapkan alat dan bahan-bahan yang diperlukan dan pelayanan
individual yang lebih optimal, (3). Adanya prinsip maju berkelanjutan yang
tidak terbatas. (4). Adanya perwujudan belajar yang lebih berkonsentrasi.
6. Pemanfaatan Internet sebagai Sumber Belajar
Karakteristik internet mengapa diperlukan untuk pembelajaran adalah Internet
telah menggunakan teks, grafik, video dan juga audio secara bersamaan.
Internet juga dapat menjangkau student di mana saja tanpa memperhatikan
tempat dan waktu. Internet dapat memberikan layanan video walaupun tidak
sebagus videotape, TV ataupun CD-ROM. Internet dapat berinteraksi secara real
time, tapi tidak sebaik seperti telepon ataupun video konverensi. Internet dapat
memberikan informasi secara tekstual, tetapi tidak selengkap buku atau majalah.
Tetapi mengapa saat ini Internet sangat diperlukan? Jawabannya karena Internet
mempunyai beberapa keunggulan dibandingan media lain. Internet
mengkombinasikan kelebihan dari media lain sehingga penyampaian video dan
suara lebih baik dari buku, lebih interaktif dari videotape dan seperti halnya CDROM,
Internet dapat menghubungkan orang dari berbagai tempat dengan
mudah dan cepat. Keuntungan yang lain, Internet bukan hanya media
penyampai tetapi juga dapat sebagai content provider. Oleh karena itu tidak
dapat dipungkiri bahwa Internet merupakan sumber informasi terbesar dan
beragam saat ini.
Materi suatu pelajaran merupakan kombinasi dari beberapa elemen, antara lain:
· textual material
· simulation models
· exercises
· problems
· feedback information, etc.
Tiap tipe dari materi tersebut dapat dijelaskan dan disampaikan dalam beberapa
cara. Hal yang harus diperhatikan dalam penyampaian suatu materi oleh
penyelenggara adalah selengkap apa materi yang diberikan ke student sehingga
menimbulkan respek kepada student terhadap informasi tersebut dan seberapa
jauh materi tersebut dapat mensupport keinginan student untuk menerima atau
memahami instruksi yang diharapkan? Berikut adalah beberapa hal yang dapat
dilakukan dalam proses belajar melalui Internet:
· Information servers (manual, buku, expositions, bibliographies, programs, dll.)
· Distribusi materi pendidikan (texts, programs)
· Kurikulum, bimbingan pelajaran dan latihan dalam bentuk hypertext format
· Implementasi collaborative work (dynamic hypertext, conferencing system, co-writing)
· Question & Answering
· Antarmuka ke lokal klien (simulasi, programming environments, tutors, dll.)
Dalam hal disain lingkungan belajar. Membentuk lingkungan belajar artinya
membentuk suatu lingkungan yang merupakan proses penyampaian suatu
sumber materi dan bagaimana strategi komunikasi yang digunakan antara guru /
dosen dan murid atau antara murid itu sendiri dalam suatu proses belajar.
Komunikasi dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain melalui
videoconference, email, chatting, ataupun melalui telepon. Keputusan untuk
menentukan desain web, email yang digunakan, juga menginstall sistem
manejemen kursus merupakan hal yang terpenting dalam pembentukan
lingkungan belajar. Desain proses yang dilakukan penyelenggara pendidikan
dapat mengikuti cara konvensional:
o Menentukan karakteristik group student.
o Spesifikasi keinginan student.
o Identifikasi subyek materi dan aktivitas penilaian.
o Menentukan strategi pengajaran.
o Desain sumber materi dan strategi komunikasi yang digunakan.
o Implementasi desain dalam bentuk percontohan dan dicobakan ke representative students
o Peninjauan dan validasi kembali desain.
o Install and deliver
o Monitor and review
Pembelajaran seni juga dapat menggunakan internet sebagai alat untuk mencari
ilmu pengetahuan tentang seni dan seklaigus sebagai alat untuk mempublikasikan
hasil karya seni. Di internet terdapat situs-situs yang berhubungan dengan seni dan
budaya budaya yang dapat dijadikan bahan untuk belajar dan pembelajaran,
tengoklah situs http://www.indian-heritage.org/ untuk mengetahui tentang kultur
india, juga kita dapat melihat kultur budaya Bali misalnya di alamat :
http://www.indo.com/interests. Anda dapat melihat budaya bali dengan segala
unsurnya :
Situs-1 : Budaya India
Situs-2 : Budaya Bali

Kesimpulan
Peningkatan kualitas pembelajaran dapat dilakukan dengan menggunakan
pendekatan Teknologi Pendidikan, yaitu dengan cara mencari dan mengidentifikasi
permasalahan yang dihadapi dalam belajar kemudian dicarikan pemecahannya
melalui aplikasi teknologi pendidikan. Upaya pemecahan permasalahan pendidikan
terutama masalah kualitas pembelajaran, dapat ditempuh dengan cara penggunaan
berbagai sumber belajar dan penggunaan media pembelajaran yang berfungsi
sebagai alat bantu dan meningkatkan kadar hasil belajar mahasiswa. Beberapa
aplikasi Teknologi Pendidikan yang dapat dijadikan alternatif untuk dipilih adalah :
# Pemanfaatan Sumber Belajar : Pembelajaran seni dapat menggunakan sumber
belajar, tidak hanya dosen sebagai sumber belajar utama melainkan juga dapat
memanfaatkan alat (harware), matterial berupa bahan pembelajaran, teknik dan
juga setting berupa lingkungan alam sekitar yang dapat dieksplorasi lebih jauh
untuk pembelajaran seni.
# Penggunaan multimedia presentasi : Dalam kegiatan mengajar penggunaan
multimedia sudah selayaknya untuk lebih dioptimalkan hal ini didasari atas
alasan kebermaknaan hasil belajar dan maraknya perangkat multimedia seperti
software misalnya Power Point, Director dan Hardware seperti Multimedia
Projector / LCD projector.
# Penggunaan Media Pembelajaran : Berdasarkan riset penggunaan media, pada
umumnya menyatakan bahwa penggunaan media cukup efektif untuk
meningkatkan hasill belajar, mengaktifkan mahasiswa dan meningkatkan
motifasi belajar.Pembelajaran seni dapat menggunakan pilihan media seperti
video, film, media projector, dan printed matterial.
# Penggunaan Pembelajaran Interaktif Berbasis Komputer (CBI) : Pembelajaran
tidak hanya dapat dilakukan secara konvensional (big group) namun dapat pula
dilakukan secara individual (individual lerning) yang menggunakan perangkat
komputer sebagai alat bantu belajar, dengan program ini mahasiswa secara aktif
interaktif dapat belajar secara tuntas terhadap satu materi pembelajaran.
# Pengembangan Standar Operational Procedur (SOP) untuk Pembelajaran
Praktikum : Hal ini diperlukan untuk meningkatkan pembelajaran untuk
peningkatan aspek skill melalui praktikum, dengan mengetahui prosedur
sebelum praktikum diharapkan resiko ketidak efisiensian pembelajaran akan
teratasi.
# Pemanfaatan Internet sebagai Sumber belajar : internet dapat digunakan
sebagai sumber untuk mengeksplorasi pengetahuan ilmu termasuk pengetahuan
tentang seni dan juga dapat digunakan sebagai saran untuk publikasi informasi
dan produk seni.
Terima Kasih——————————————————————————————
Referensi :
Alessi M. Sthephen & S.R., Trollip. 1984 Computer Based Instruction Method &
Development, New Jersley : Prentice-Hall, Inc.
Alan Januszewski, 2001, Educational Technology : The Development of a Concept,
Librarion unlimited.Inc.
Alexander,S.: “Teaching and Learning on the Word Wide Web”,
Tersedia http://www.scu.edu.au/Ausweb95/papers/education/alexander.
Barbara B. Seels, Rita C. Richey, 1994 , Instructiuonal Technology : The Definition and
Domains of The Field, AECT Washington DC.
Cepi Riyana, 2004, Strategi implementasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan
menerapkan Konsep Instructional Technology, Jurnal Edutech, Jurusan
Kurtek Bandung.
James, (199), School Based Planning In Information And Communication Technology:
Principles, Templates & Guidelines.
Tersedia : http://csile.oise.utoronto.ca/edmind/edmind.html
Sudirman Siahaan,(2002) Penelitian Penjajagan tentang Kemungkinan Pemanfaatan
Internet untuk Pembelajaran di SLTA di Wilayah Jakarta dan Sekitarnya.
Paul G Geisert,dkk, 1999. Techer, Computers and Curriculum :Micro computer in the
classroom, Needham, Library of Congress Cataloging in publication Data.
http://www.umich.edu/~ed626/Gerlach_Ely/ge_main.htm

Sumber : http://chepy.files.wordpress.com/2006/08/peran-teknologi.pdf

About novita006

Nama : Novita Tri Wulandari NIM :20121009031006 Fakultas : K.I.P Jurusan :Civic Hukum (PPKn)
This entry was posted in JOBS. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s